visitor
Rabu, 07 Juni 2017
Once upon a time..
Si Cantik Strawberry
Seperti biasa, pagi itu Pak Harun membuka toko buahnya dengan gembira. “Halo, selamat pagi buah-buah manis. Hari ini cerah ya?” ujarnya dengan penuh semangat, sambari merapikan kotak-kotak dagangannya. Pak Harun adalah seorang penjual buah yang terkenal dikota itu. Buah-buahnya selalu segar dan harganya pun tidak terlalu mahal.
Sesaat setelah Pak Harun pergi ke gudang buah, si cantik strawberry berkata dengan pongahnya, “Hmm…hari ini pasti aku lagi yang paling banyak dicari orang, yah…manusia mana sih yang tidak menyukaiku? Aku manis dan menarik!” ujar si cantik strawberry sambil mematut-matut dirinya di kaca etalase toko.
“Huh, mentang-mentang cantik… itu terus yang diucapkannya setiap pagi, bosan aku!" gerutu si bulat melon.
“Tapi …dia memang cantik, wajar saja dia berkata seperti itu. Tidak seperti aku coklat kusam, sungguh tidak menarik.” kata si coklat salak.
“Ha..ha..ha.. kau betul salak. Kau memang tidak menarik. Andai kulitmu semerah kulitku, pasti banyak manusia yang menyukai dirimu.” kata si cantik strawberry lagi.
“Lihat saja, pasti hari ini aku lagi yang paling laku!” ujarnya yakin sambil mencemooh buah-buah yang lain.
Waktu pun berlalu, tak terasa matahari semakin terik bersinar. Siang itu terasa panas sekali. Pak Harun pun tak henti-hentinya mengelap peluh. Saat itu, seorang Bapak berkumis tebal, tengah berjalan memasuki toko buah.
“Halo Pak Kumis, mau buah apa hari ini?" ujar Pak Harun ramah.
“Halo juga, sepertinya makan buah semangka di udara yang panas ini enak juga ya, Pak. Tolong bungkus 1 buah semangka yang paling besar!" jawabnya riang.
Semangka pun tersenyum. Ia sungguh tidak menyangka bahwa ia-lah yang pertama dibeli. Ia pun melambaikan tangan kepada teman-temannya. Melihat itu Strawberry hanya mencibir, ia yakin sebentar lagi akan ada pembeli yang memilihnya.
Tak lama kemudian, seorang Ibu gemuk mendatangi toko tersebut. Ia membeli satu sisir pisang ambon dan sekilo jeruk. Si manis jeruk pun melompat-lompat kegirangan, di iringi tepuk tangan teman-temannya. Si manis jeruk menghampiri strawberry,
“Sahabatku strawberry, maaf hari ini aku yang pergi duluan. Aku yakin setelah ini kau akan menyusulku.” Kata si jeruk tulus.
Tapi strawberry tak suka hal itu. Ia tidak mau didahului buah-buah lain.Waktu terus berjalan, toko buah Pak Harun tak henti-hentinya didatangi orang. Semua orang senang berbelanja disana. Pak Harun sangat sibuk. Seorang gadis cantik membeli melon. Kemudian pepaya, mangga, apel pun diserbu serombongan anak-anak sekolah. Strawberry tertunduk lesu. Ia sedih mengapa tak ada orang yang meliriknya hari itu.
Tiba-tiba seorang anak laki-laki kecil menghampirinya dan melihat-lihat dirinya. Hati strawberry berdebar senang. Akhirnya… ia membatin.
“Halo, Fariz. Kamu mau membeli strawberry lagi hari ini?" tanya Pak Harun.
“Halo Pak Harun, Aku tidak mau membeli strawberry hari ini. Strawberry yang aku beli kemarin rasanya masam, jadi tidak aku makan. Kata Ibu simpan saja di lemari es. Besok Ibu mau bikin jus.”
“Oh, begitu ya…terus sekarang kamu mau beli apa?
“Hmm… Aku mau beli salak Pak Harun. Buat oleh-oleh untuk sepupuku Annisa. Dia suka sekali makan salak.”
“Baiklah kalau begitu, Bapak bungkusin ya…?" Jawab Pak Harun.
Mendengar itu salak pun tersenyum senang. Ia memeluk lengkeng sahabatnya. Tapi hey… Ia terkejut melihat strawberry. Strawberry menangis sesegukan di tempatnya.
“Strawberry cantik, kenapa menangis?" Tanyanya lembut.
“Aku malu salak. Aku begitu sombong dan jahat terhadap kalian.” Jawab strawberry.
“Aku telah salah selama ini, aku selalu menganggap diriku lah yang paling hebat. Ternyata tidak, kita semua sama. Semua manusia menyukai kita. Tidak ada yang paling hebat diantara kita.” Jelas strawberry.
Salak pun memeluk strawberry, “Syukurlah, akhirnya kau menyadari hal ini, sahabatku.” Kata salak.
“ Maafkan aku, ya salak!” ujar strawberry sambil tersenyum.
Horeeee… kata buah-buah yang lain. Mereka pun turut senang.
Hmm… sungguh menyenangkan bukan? Bila melihat semua makhluk saling menyayangi. Semua tampak bergembira karena persahabatan telah terjalin di toko buah Pak Harun.
By: miss ella ππ
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar